
Tim yang terdiri dari Asadullohil Ghalib Kubat (Team Leader), Miftah Alfian Syah (Programmer), Tony Wijaya (Graphic Designer) dan Mukhammad Bagus Muslim (Game Designer) ini pun diganjar hadiah sebesar 10.000 dollar AS. Mereka adalah salah satu dari 87 pelajar dari 71 negara berkompetisi di final tingkat dunia setelah memenangkan kompetisi online dan lokal dari seluruh dunia.
Kompetisi itu adalah lomba bergengsi tingkat dunia untuk mencipatakan proyek kreatif. Pesertanya adalah pelajar di bidang teknologi, pengembang, dan calon wirausaha. Sudah sebelas kali lomba itu diadakan, dan berlangsung setiap tahun.
Kemenangan ini pun disambut luar biasa. Nyaris semua media sosial, mulai dari facebook, twitter, hingga blog, terkena demam kemenangan. Apalagi para anak muda di Madura. Mereka bangga, game besutan anak Trunojoyo ini berhasil menjadi juara 2 dunia. Prancis kalah, dan “Tim Madura” hanya satu tingkat di bawah Austria.

Tim Juri Imagine Cup sangat terkejut mengetahui game Save the Hamster telah diunduh 30.000 kali hanya dalam waktu dua minggu, 20.000 pada Windows Phone, dan 10.000 pada Windows 8.
Sebelum menembus kompetisi dunia, sederet prestasi pernah disabet. Mereka pemenang pertama Mobile Game Dev War 4 Nokia, 2012, mendapat medali emas Lumia Apps Olympiad XNA Game Category, 2012, dan juara utama Imagine Cup Indonesia, 2013.
Lalu, dipakai untuk apa hadiah Rp100 juta dari Microsoft itu? Mereka akan membeli rumah untuk markas perusahaan. Harapannya, dengan slogan “We Grow from Dreams” mereka akan memproduksi game-game orisinal asli Madura.

Save The Hamsters adalah game pada platform Windows Phone dan Windows 8 yang menceritakan tentang empat ekor hamster yang tersesat. Tugas pemain adalah membantu mereka untuk pulang ke rumahnya. Hal unik dari Save The Hamster ini adalah permainan ini dipadukan dengan aspek edukasi matematika sehingga menjadi permainan yang menarik. Ada dua mode game mode, original dan adventure.
Ghalib mengaku memilih jenis marmut itu sebagai ikon karena karakternya yang lucu. Selain itu, hewan ini kerap jadi mainan kegemaran segala usia, dari anak-anak hingga dewasa. Ia berharap, dengan game ini orang tak sadar sudah diajak bermain matematika. Dan juga berlatih menyelamatkan hewan.
Di mode original, pemain harus menghancurkan boks, tali dan beberapa objek lainnya yang menghalangi hamster menuju rumahnya. Selain itu, setiap hamster memiliki angka pada tubuhnya dan pemain harus menempatkan hamster pada tempatnya sesuai dengan simbol Matematika yang ada di tanah.
Pada mode adventure, pemain harus menghindari musuh dan mengambil kunci berisi angka yang tepat, sesuai dengan kombinasi angka yang terdapat pada layar.
Hal unik dari Save The Hamster, pemain dapat menyusun kotak, tali, hamster dan objek-objek lainnya kemudian menjalankannya serta menyimpannya menjadi sebuah level baru.


